Jendral Sibuk Kampanye, Kaula Muda Facebook-an
Indonesia sekarang dipimpin oleh seorang jenderal…. tapi kenapa membiarkan TNI dan kedaulatan negara seakan diinjak-injak. Kapal perang Diraja Malaysia hilir mudik, “nunggingin” TNI, dibiarkan. Bukan sekali dua kali, tapi sering kali. Indonesia ku malang… apa semua jendral sudah loyo? apakah TNI sudah tidak punya jenderal? Pilpres jadi obat tidur mujarab buat semua jenderal bintang, facebook jadi obat tidur mujarab para kaula muda Indonesia sehingga mereka lupa diri bahwa bangsanya tengah diinjak-injak. Bangun bangsaku….
1 comment June 2, 2009
Fatwa Ulama MUI : Bumerang
Berulang kali saya dengar dari lingkungan sekitar, tentang ketidaksetujuan masyarakat (umat Islam) apabila sebuah fatwa dikeluarkan oleh MUI.
Muncul pertanyaan dibenak saya : apakah umat ini sudah tidak mau diatur oleh pemimpin agamanya? lalu, apa fungsi ulama jika umatnya tidak mau patuh?
Pada saat MUI mengeluarkan fatwa haram tentang rokok, semua mencibir…. saat fatwa haram mengenai “golput” pemilu… makin sengit mencibir. ” Ngapain ulama ikut campur dalam politik? “, ” Emang ga ada kerjaan lain selain ngurusin politik?”.
Mengapa saat ini terkesan peran ulama sedemikian kecil dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat? Apakah Indonesia sudah betul-betul sekuler, ingin memisahkan peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bersosial?
Padahal, agama itu mencakup segala macam aspek kehidupan kita. Dari mulai membersihkan badan, beribadah, bermasyarakat, bahkan bernegara.
Apakah Indonesia suatu saat kelak akan seperti Turki? yang menjadi negara sekuler. Apakah akan seperti Perancis? yang tidak memperbolehkan simbol keagamaan dipakai diluar rumah? Jika seperti ini terus mungkin tulisan agama di KTP kita itu akan dihapus.
Terakhir saya dengar cibiran gosip fatwa facebook haram, belum dicek ulang itu berita benar apa tidak, ramai-ramai ulama dihujat….
Ulama, kasianian nasib mu kini.
Semoga umat menyadarinya dan segera memperbaikinya.
Add comment May 25, 2009
Penculikan Intelektual Muda Indonesia
Tergiur dengan beasiswa luar negeri?? Jarang rasanya yang tidak tergiur. Gelar keren menanti, uang saku menumpuk, pengalaman dapat, ilmu dapat.
Ada sebuah pertanyaan mengusik dibenak saya ketika berfikir tentang itu.
Apakah semua negara atau pihak yang memberikan beasiswa memberikan semua itu dengan cuma-cuma tanpa embel-embel atau niat tertentu???
Mungkin dulu saya tidak menyadarinya, tapi setelah saya mengamati sekian lama… kesimpulan yang saya ambil hasilnya mengerikan.
Ambil contoh negara tetangga Singapura dan Malaysia.
Singapura jelas-jelas memberikan jalan yang sangat mulus dan lapang kepada para intelektual muda Indonesia untuk mengecap pendidikan disana. Yang mereka pilih adalah orang-orang “the best” Indonesia. Mereka tidak segan-segan untuk menawari Juara Olimpiade dan siswa-siswa jenius indonesia untuk melanjutkan kuliah disana.
Apa yang mereka berikan???
Beasiswa… tentu, tapi itu benar-benar beasiswa.. gratis “euy”.
Uang saku tebel… siapa yang akan nolak.
Kemudahan pinjaman kredit di bank, itu semua dapat di bayar setelah nanti mereka dapat pekerjaan.
Yang tak kalah fantastis adalah kemudahan bekerja di negara tersebut.
Selintas apalah artinya??
Tapi coba lihat lebih seksama, Singapura sadar betul dengan populasinya mereka sulit untuk mengembangkan negaranya. Penduduknya “malas bikin anak” , tidak seperti di Indonesia.. belum nikah aja udah doyan coba-coba buat anak! Apabila mereka biarkan itu terjadi dalam waktu yang lama, negara mereka terancam pertumbuhan penduduk minus…..
Cerdik, atau licik saya tidak tahu. Menyadari akan hal tersebut, mereka ‘menculik’ aset bangsa ini… generasi terbaik Indonesia mereka bawa kesana, mereka manjakan disana.. dengan harapan orang Indonesia betah. Kalo sudah betah??? ya dijamin… 1/100 nasionalisme itu pasti luntur perlahan.
Sekolah –> menang olimpiade —> di Indonesia tidak difasilitasi —-> tawaran menggiurkan dari negeri tetangga —-> masa depan cerah —-> kesejahteraan terjamin —> kuliah –> bekerja di sana —> menikah disana —> ganti warga negara —> bangun negara tetangga —> saingan sama orang Indonesia yang ‘IQ jongkok’ —-> negara tetangga maju —> Indonesia mundur —> Indonesia Bubaran..
Yaaa gampangnya gitu lah hehehe…
Yang lain sadar ga ya? Semoga banyak !
Add comment May 4, 2009
Kenapa suka selingkuh?
Selingkuh…
Kira-kira itulah tema lagu-lagu terkini yang banyak disukai. Aneh, apakah ini sedang menjadi trend di kalangan masyarakat? sehingga para penulis lagu terinspirasi oleh kejadian-kejadian disekitar mereka. Apakah para penulis lagu tersebut yang memang suka selingkuh, sehingga apa yang ada di kepalanya hanya berisi tentang hal selingkuh?
Apakah itu semua tidak akan menimbulkan akibat buruk bagi masyarakat???
Semoga para penulis lagu dapat menciptakan karya yang berkualitas, mendidik dan bermoral. Bukan kah kita semua tidak mau sampai ada sensor dari pemerintah mengenai materi seni termasuk lagu???
3 comments May 4, 2009
Segalanya Untukmu
“segala yang kumiliki, kan ku berikan segalanya untukmu”
kira-kira kira lirik semacam itu yang banyak terdapat di lirik lagu percintaan sekarang.
Lagu yang frekuensinya sangat banyak didengarkan atau menjadi hits, liriknya sangat mendalam dan kadang dapat mempengaruhi pendapat dan jalan fikiran.
Ketika pada ABG, yang sedang dimabuk cinta, mengonsumsi lirik lagu dengan kata-kata “ku berikan segalanya” lambat laun akan berpengaruh pada pola pikirannya.
Tidaklah mengherankan, apabila para ABG pada masa pacaran telah melakukan apa yang sering dielu-elukan dilirik lagu. Memberikan segalanya kepada pasangannya, termasuk kehormatannya…. sungguh tragis. Memilukan.
Keberadaan sebuah hiburan dalam bentuk lagu pengaruhnya tidaklah sedikit untuk pembentukan pola pikir seseorang. Contoh, terenggutnya masa anak-anak sekarang dengan tidak adanya lagu untuk mereka. Mereka dengan sangat terpaksa mengkonsumsi lagu dewasa, yang secara jujur saya rasa mereka belum layak untuk menyanyikan tentang hal seperti : selingkuh, kekasih gelap, bercinta dsb. Mereka secara tidak sadar ingin merasakan dan mengalami apa yang diceritakan di lagunya.
Semoga… kedepan lebih baik !
Ya Alloh, jadikan masa depan generasi bangsa ini selamat !
3 comments February 18, 2009
Diajar deui Basa Sunda nu Leres
Pami ngémutan kaayaan ayeuna, rupina seueur pisan nonoman Sunda anu teu tiasa nyarios ngagunakeun Basa Sunda anu merenah.
Seueur pisan anu janten sababna. Salah sahijina teu digunakeunna deui Basa Sunda janten basa indung. Boh akibat nikah campur suku atawa aya rasa kaéra ngagunakeun Basa Sunda dina pagaulan.
Add comment February 5, 2009
Proses Produksi Semen dari Tambang hingga Toko
Apakah anda pernah berfikir bagaimana semen dibuat? lantas bagaimanakah dan apa saja peralatan yang ada pabrik semen tersebut? Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut belum pernah terlintas di benak anda, sangatlah wajar, mudah-mudahan tulisan ini dapat menambah pengetahuan anda.
Bagian pabrik semen secara umum dapat dikelompokan menjadi enam bagian yaitu : quarry, proporsioning, blending and grinding, pre-heater tower, kiln, clinker cooler and finish grinding, bagging and shipping.
1. Quarry (Penambangan)
Pada bagian ini, unsur utama yang dibutuhkan untuk komposisi semen diambil. Unsur-unsur tersebut adalah
Unsur-unsur di atas diperoleh dari bahan di alam yang berupa batu kapur, clay (tanah liat/lempung), dan pasir. Untuk selanjutnya bahan-bahan tersebut disebut dengan “raw material”.
Setelah ditambang dan dikumpulkan, kemudian raw material tersebut diangkut dan di “crushing” atau dihancurkan untuk mendapatkan ukuran yang lebih homogen dan sesuai dengan kebutuhan, kemudian dipindahkan atau diangkut ke bagian atau proses selanjutnya.
2. Proportioning, blending and grinding (Penakaran, pencampuran kasar, penghalusan)
Raw meal yang telah dicrushing, kemudian ditakar sesuai porsinya masing-masing, kemudian dicampur, dan dihaluskan.
Raw meal yang telah dihaluskan kemudian masuk ke proses selanjutnya.


3. Pre-heater Tower
Pada bagian ini, raw material dipanaskan awal agar terjadi proses pemanasan, ini menggunakan gas panas sisa pembakaran dari “kiln”. Raw material diturunkan dari atas pre-heater melalu beberapa tingkat cyclone.
4. Kiln
Paba bagian ini, raw material yang telah dipanaskan awal dibakar pada silinder panjang yang diputar secara kontinyu sehingga mencapai temperatur sekitar 1350-1400 C. Produk yang dihasilkan adalah klinker.
5. Clinker Cooling and Finish Grinding
Pada bagian ini terjadi pendinginan klinker yang dihasilkan dari hasil pembakaran dengan udara, udara yang telah dipakai untuk pendinginan disirkulasikan kembali ke pre-heater atau kiln untuk tujuan efisiensi energi.
Klinker yang telah dingin kemudian di-grinding kembali. Pada tahap ini, klinker ditambahi dengan gipsum. Metode grinding yang sering digunakan adalah “ball mill grinding”, yaitu grinding yang mempergunakan bola-bola baja pada silinder yang diputar bersamaan dengan asupan klinker dan gipsum. Tahap ini merupakan tahap grinding terakhir, dalam artian produk grinding ini susah memenuhi kriteria kehalusan produk semen.
6. Bagging dan Shipping (Pengantongan dan Pengangkutan dengan Kapal / Truk)
Produk semen yang telah dihasilkan dari finish grinding kemudian disimpan di silo penyimpanan, untuk kemudian diangkut dalam bentuk “bulk” atau dikantong-kantong terlebih dahulu.
Selesai….. semen kemudian didistribusikan ke distributor, supplyer, toko material dsb.
6 comments October 12, 2008
Situs Download Favorit (Bagian I)
http://www.4shared.com
Untuk download bermacam file dari mulai e-book, slide presentasi, film dan lain-lain.
http://www.misshacker.com
Untuk download mp3 dan albumnya— diperuntukan untuk keperluan mencoba.
http://www.mobile9.com
http://www.mobile88.com
Untuk download yang berhubungan dengan software hp, themes, ringtone dan lain-lain http://
www.getjar.com
Untuk download piranti lunak/software hp.
Semoga bermanfaat….(jika anda punya rekomendasi, tukar info aja saya)
1 comment October 12, 2008
Belajar Hikmah Dari Cacing
Perenungan….. itulah hal yang sering ku lakukan. Aku rasa ini sah-sah saja dan justru dianjurkan oleh agama untuk mentafakuri ayat-ayat Tuhan yang tersirat di alam semesta.
Suatu hari saya melihat seekor cacing yang bergerak-gerak dihadapanku. Aku melihatnya dengan takjub… Allohu akbar..bagaimana Alloh menciptakan makhluk seperti ini? Sungguh Alloh Tuhan yang Maha Perkasa.
Pada saat itu saya merenungkan kembali perjalanan hidup cacing tersebut. Subbhanalloh, ada hal yang membuat saya terperangah…. terperangah karena keikhlasan seekor cacing.
Cacing dengan segala keterbatasannya sangat ikhlas menerima takdirnya sebagai cacing, yang sangat rapuh dan boleh dikatakan sangat tidak berdaya… dengan keterbatasan segala panca indera yang dimilikinya (baca : diberikan oleh Tuhan padanya). Dia dengan ikhlas menjalani hidupnya yang tanpa melihat…. tanpa mendengar… tanpa merasa… Bagaimana dia ikhlas dan tidak pernah berputus asa menjalani hidup, mencari makan, mencari pasangan. Tidak dapat dibayangkan bagaimana saya dapat ikhlas menjalaninya apabila saya diposisikan sebagai dia !

Cacing
Sungguh… baru kusadari, ternyata saya memang tidak (baca:sulit) pandai bersyukur atas apa yang telah Alloh berikan… saya terkadang mengeluh dengan apa yang dimiliki, padahal itu semua pada dasarnya itu titipan Tuhan. Mengenai keikhlasan pun, saya tampaknya masih kalah dengan cacing…
Ya Alloh, jadikan hambaMu ini orang yang pandai mensyukuri nikmatMu.
Jadikan hambaMu ini orang yang ikhlas dalam menerima semua kehendakMu.
Karena aku yakin, pilihanMu adalah pilihan yang terbaik untukku.
Karena Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu… termasuk hidup matiku. Amin
Add comment September 21, 2008





















